Sabtu, 26 Maret 2011

✿✿ scountento :student accounting ten two ✿✿

  • Alfiyah : bendahara kelas yang gk kan absen nagih uang kas >.< 
  • Altifani : si cewe yang kerjaannya dengerin musik mulu di kelas ;D klo lgi pinter pinter banget tpi klo lgi odong mah   odong bgt :D
  • Anggun : si rambut panjang .. lumayan pendiem :)
  • Betty  : cewek pinter yang ketawa pasti mukanya merah.wkakakaa
  • Chaedah : si perempuan yang suka sama olahraga,,cantik,dn gtu deh
  • Dessy : orang yang mandiri -_- kadang egois ;D peace :p
  • Dewi : si cantik pendiem tmn sebanggu betty 
  • Digda : salah satu cowo di kelas yang sukanya ngelawak .padahal kadang jayus
  • Dwi : si cewe menor yang kerjaannya tidur dan suka perang sama indri :D 
  • Eka : kalo yang ini si kecil yang banyak tingkah ..tpi klo ada dia ketawa mulu dah 
  • Ester : ketua kelas 1ak2,yang suka marah-marah kalo anak" lagi gk bener :D (maaf yah :p)
  • Galih : salah satu cowo di kelas yang hobby nya nonton b*k*p .. tpi termaksd yang pinter dikelas
  • Hafidotul : cewe berkrudung yang stiap pelajaran akun pasti nanya ke tmn"nya (lo ngerti gk?)ahahha
  • Hajar : klo yang ini si pendiam tpi cantik kok 
  • I gusti : ini cewe yang mukanya cantik .tpi suka dibilang judes sama org yg blm kenala deket sama dia ;D
  • Ibnu : salah satu cowok yang ngeselin di kelas ..usil banget tngannya -__-
  • Imas : cewe paskib yang bijaksana,bisa ngambil keputusan dngan cepat
  • Inna : ini org paling terdiam di kelas .. pinter . baik .dan lugu ;D
  • Indri : biangkeroknya kelas lah ..tanpa dia 1ak2 gk rame :S
  • Inka : ini artis 1ak2 :) cantik dan beloooo .haahahaha
  • Irene : cewe taekwondo yang sukanya teleponan dikelas ..gk tau deh iitu nelpon siapa .. >.<
  • Munifah : si pendiam berikutnya,, 
  • Nia : kalo yang ini mah agak rada' otaknya kalo lagi deket sama galih,indri,fani ;D tpi baik kok
  • Nunik : perempuan yang kalo ketawa pas bilang (aduhh mau pipis nih,,udah sii) wkaakkak
  • Nur atikah : cewe yang selalu berusaha mecahin soal mtk
  • Nurul : perempuan berkerudung yang dewasa,pintar,dan bijaksana
  • Putri : ini mama nya 1ak2 :D
  • Rahayu : si cewe yang kalo ada presentasi pasti selalu nanya terus ..z_z
  • Refa : perempuan cantikk dan pintar
  • Rosiana : kalo ada dia pasti heboh ,ngomongnya aja kaya sinchan -_-
  • Sarah : ini cewe yang banyak ngomong dan percaya dirinya mah berlebihan :D (anak kesayangan pak dadang):p
  • Seli : klo yang satu ini salonnya 1ak2 deh
  • Sintiya : perempuan suka olahraga,pinter mtk & akuntansi
  • Siti farida : si rengking satu di kelas
  • Tri asih : pintar,manis,dan suka berdebat sama rosi :D
  • Vrischa : yang suka dipanggil meong :D mukanya kaya kucing siig
  • Yeni : tmn sebangku nunik ..cantikk ,manis,dan pintar
  • Yuni : si jagonya akuntansi ;D dan sahabatnya rosi
kalo salah satu kalian gk ada dikelas pasti kelas sepi dah ;D
thanks yo 1AK2 ,semoga kita gk dipisah :')
dan semoga gk ada yang saling benci :D
ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ
ex: ketua kelas 1ak2

Kamis, 24 Maret 2011

GADIS MUDA YANG MENINGGAL KARENA SELALU DI HINA



Beberapa tahun yg lalu, seorang gadis berumur 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya.Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya , ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya. Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.

November 7
Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yg menyebut saya org aneh. Inilah awal hari yg buruk.Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya org terjelek yg pernah mereka temui.Saya pun menangis.

Saya lalu pulang ke rumah and menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lbh baik. Namun dia katakan bhw hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ;sekrg dia tingg al di California. Lalu saya katakan bhw saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dgn saya adalah krn dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2 1/2 thn.

November 9
Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah nomor telp-nya shg saya tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

November 10
Saya sdg menangis skrg. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua org menertawakan saya.Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis. Saya tdk sanggup menulis lagi.

November 11
Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya msh tdk percaya Papa sdh meninggal. Saya sdh capek menangis. Saya letih. Saya hrs tidur.

November 12
Papa tdk meninggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake msh mencintai saya. Saya tdk bisa menulis lagi. Saya sdh menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.

Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung diri dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari.

Sosok Seorang Ayah

Sejak kuliah, radio merupakan salah satu teman yang selalu menemani
saya ketika sedang mengerjakan tugas, belajar, maupun santai.
Tidak pernah bosan rasanya mendengarkan acara-acara yang disajikan
oleh berbagai macam stasiun radio. Suatu malam, di sebuah stasiun
radio, sedang berlangsung acara dimana orang-orang berbagi pengalaman
hidup mereka. Perhatian saya yang semula tercurah pada tugas-tugas 
kantor beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya.
Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang
tinggal di pinggiran kota Jakarta. Sejak kecil ia sering dimarahi
oleh ayahnya.


Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya benar.
Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu
sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan
sang ayah yang ia dapatkan. Pada waktu ia berumur 17 tahun,
tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya.
Hal ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Sosok ayah
yang melekat dalam dirinya adalah sosok yang pemarah dan tidak
memperhatikan dirinya. Akhirnya ia memberontak dan tak pernah
satu hari pun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya.

Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu
meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah ia
ceritakan kepada siapapun kecuali pada istrinya. Walaupun
merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu
masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.


Suatu hari ketika membantu ibunya membereskan barang-barang
peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang
dibungkus dengan rapi dan di atasnya tertulis “Untuk Anakku
Tersayang”. Dengan hati-hati diambilnya bingkisan tersebut dan mulai
membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku
yang telah lama ia idam-idamkan. Di samping kedua benda itu, terdapat
sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan
ia membuka kartu tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada
di dalamnya, yang ia kenali betul sebagai tulisan tangan ayahnya.
“Ya Tuhan, Terima kasih karena Engkau mempercayai diriku
yang rendah ini Untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupku.
Kumohon Ya Tuhan, Jadikan buah kasih hambaMu ini Orang yang
berarti bagi sesamanya dan bagiMu. Jangan kau berikan jalan yang
lurus dan luas membentang. Berikan pula jalan yang penuh liku dan
duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya. Sekali
lagi kumohon Ya Tuhan, Sertailah anakku dalam setiap langkah
yang ia tempuh. Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu Selamat
ulang tahun anakku, Doa ayah selalu menyertaimu”.

Meledaklah tangis sang anak usai membaca tulisan yang terdapat
dalam kartu tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang
terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang
bingkisan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya.
Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahwa ayah memang sengaja
merahasiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan keras agar
sang anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu
kehilangan sosok ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit
yang diderita…


Pada akhir acara, wanita itu mengingatkan para pemirsa agar
tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita.
Lihatlah juga segala sesuatu dengan mata hati kita. Apa yang kita
lihat dengan kedua mata kita terkadang tidak sepenuhnya seperti
apa yang sebenarnya terjadi. “Kasih seorang ayah, seorang ibu,
saudara-saudara, orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih
Tuhan dilimpahkan pada kita dengan berbagai cara. Sekarang tinggal
bagaimana kita menerima, menyerap, mengartikan dan membalas kasih
sayang itu”, kata wanita tersebut menutup acara pada malam hari itu.
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)