Senin, 17 Oktober 2011

Membeli Kasih Sayang Papa


Tomi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jkt, tiba di rumahnya jam 9 malam.

Tak seperti biasanya anaknya, dinda, umur 9 th membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, blum tidur?" sapa tomi

"Aku nunggu Papa pulang, sebab aku mau tanya, Berapa sih gaji Papa?"

"Kamuhitung ya.. Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar400.000, tiap bulan rata-rata 22 hari kerja, kadang Sabtu masih lembur.Berapa gaji Papa hayo?"

"Kalo 1 hari Papa dibayar 400.000 u/ 10 jam, berarti 1 jam Papa digaji 40.000 dong" kata  Dinda

"Wah, pinter kamu. Sekarang cuci kaki, terus tidur ya.."

"Papa, aku boleh pinjam 5.000 gak?"

"Sudah, gak usah macama-macam.. Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah.."

"Tapi Papa…"

"Papa bilang tidur!"

Dinda pun lari menuju kamarnya sedih.

Usai mandi, Tomi menyesali kekesalannya, menengok dinda di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang 15.000

 Sambil mengelus kepala dinda, tomi berkata,
"Maafin Papa ya.. Papa sayang sama dinda.. Tapi buat apa sih minta uang sekarang?

"Papa, aku gak minta uang. Aku hanya pinjam, nanti aku kembalikan kalo sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini."

"lya, iya, tapi buat apa?"

"Akununggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga 30 menit aja.Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga. Jadi, aku mau gantiwaktu Papa. Aku buka tabunganku hanya ada 15.000... Karna Papa 1 jamdibayar 40.000, maka setengah jam aku harus ganti 20.000.. Duittabunganku kurang 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata dindapolos

Tomi pun terdiam.
Ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan haru.

Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yg dia berikan selama ini, tak cukup  untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

PESAN MORAL
"Bagi dunia kau hanya seseorang,
tapi bagi seseorang kau adalah DUNIA-nya"

Sabtu, 18 Juni 2011

AYAH :)




Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang kuliah di luar kota jauh dari orang tua, yang sedang bekerja di perantauan,….

Akan sering merasa kangen [sekali] dengan Bundanya.. Lalu bagaimana dengan Ayah ??

Mungkin karena Bunda lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap harinya, tapi tahukah kamu jika Ayah-lah yang mengingatkan Bunda untuk menelponmu ?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Bunda yang lebih sering mengajak cerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan raut muka lelah Ayah selalu menanyakan pada Bunda tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian ??

Pada saat kamu menangis merengek minta boneka atau mainan baru, Bunda menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, nanti beli, tapi tidak sekarang. ”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karenan tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ?

Saat kamu sakit, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : ” Sudah dibilang ! Kamu jangan hujan2an ! Minum es !”.






Walau tidak selembut kasih seorang ibu, kasih seorang ayah begitu mendalam dihati

Berbeda dengan Bunda yang memerhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan : “Tidak boleh !”.

Tahukah kamu, bahwa Ayah ingin menjagamu ? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat luar biasa berharga..Setelah itu, kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Bunda…

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu ??

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang tampang paling cool sedunia… D

Dan sesekali menguping atau mengintip saat sedang kamu sedang mengobrol.. Sadarkah kamu, kalu hati Ayah sedang cemburu ??

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu memaksa untuk melanggar jam malamnya… Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir..

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan mas depanmu nanti…

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah.. )

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.. Dah harus kuliah di kota lain.. Dan harus melepasmu di terminal stasiun atau bandara… Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu ?

Dan Ayah hanya bisa tersenyum sambil memberi nasehat ini itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Bunda dan memelukmu erat..

Yang Ayah lakukan hanya memeluk pundakmu atau memegang kepalamu, berkata ” Jaga dirimu baik-baik ya. ”

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT… kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.. *amiiiinn…..

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.. Ayah juga berusaha keras mencari jalan agar anaknya merasa SAMA dengan teman-teman lainnya.

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana..

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya..

Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Ayah tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti!!

Dan akhirnya….

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Ayah telah menyelesaikan tugasnya….

Ayah, Papa, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

Kamis, 09 Juni 2011

Meja Kayu

Suatu ketika, seorang kakek yang sudah sangat tua harus tinggal bersama dirumah anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan cucunya yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini sudah begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannyapun sudah sangat buram, dan berjalannyapun sudah tertatih-tatih. Keluarga ini biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang kakek yang sudah pikun ini sering mengacaukan segalanya.  Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan.

Suatu ketika, seorang kakek yang sudah sangat tua harus tinggal bersama dirumah anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan cucunya yang berusia

6 tahun. Tangan orangtua ini sudah begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannyapun sudah sangat buram, dan berjalannyapun sudah tertatih-tatih. Keluarga ini biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang kakek yang sudah pikun ini sering mengacaukan segalanya.  Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan.

Sendok dan garpu kerap jatuh. Saat si orangtua ini meraih gelas, segera saja air yang ada didalamnya tumpah membasahi taplak meja makan.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang Istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk orang tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun sepakat untuk membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan.

Karena sering memecahkan piring, anak dan menantunya juga sepakat untuk memberikan mangkuk kayu untuk si Kakek tua ini. Saat keluarga itu sibuk dengan makan malam, mereka sering mendengar isak tangis sang kakek dari sudut ruangan. Terlihat juga airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput mata si kakek tua itu.  Akan tetapi, hal ini sama sekali tidak menyentuh hati anak dan manantunya, malah selalu saja, kata yang keluar dari anak dan menantunya ini adalah omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Cucu si kakek tua yang baru berusia 6 tahun ini sering dibuat tertegun memandangi semua perlakuan orangtuanya. Sampai pada suatu malam, ayah sianak ini tanpa sengaja melihat anaknya yang sedang bermain dengan peralatan kayu.

Dengan lembut ditanyalah anak itu. " Sayang Kamu sedang membuat apa …?".

Lalu dengan lugunya anak ini menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu untuk makan ayah dan ibu nanti kelak kalo aku sudah besar.

Meja itu nanti akan kuletakkan di sudut sana, dekat tempat kakek biasa makan." Sambil tersenyum anak itu segera melanjutkan permainannya. Sungguh jawaban anak ini telah membuat kedua orangtuanya sangat terpukul.  Suara mereka tiba-tiba berubah menjadi parau; Mulut mereka terkunci rapat; dan tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, perlahan-lahan airmatapun mulai menitik membasahi kedua pipi suami istri ini. Walau tak ada kata-kata yang terucap, tapi mereka kini benar-benar telah menyadari, ada sesuatu yang salah yang telah mereka lakukan pada orang tua mereka. Maka pada malam itu juga, mereka menuntun tangan orangtunya untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama dengan bahagia.

Para orang tua yang berbahagia dimanapun anda berada, anak-anak kita adalah cermin dari prilaku kita sehari-hari. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah pembelajar yang luar biasa.

Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Begitu pula sebaliknya; jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan buruk hal itupulalah yang akan dia lakukan kelak saat dewasa. Mari, kita selalu mengevaluasi setiap kebiasaan dan prilaku kita sebagai tabungan berharga yang kita simpan dalam diri anak-anak kita, sebagai bekal kelak pada saat mereka dewasa.


sumber : http://forum.dudung.net/index.php?topic=11222.0

Senin, 06 Juni 2011

My Sweet home......

Suatu hari Debby kecil baru saja mendapat pelajaran menggambar di TK tempatnya bersekolah. Kali ini temanya adalah “My Sweet Home” atau Keluargaku Tercinta.

Setelah selesai gambar itupun dibawanya pulang... Debby kecil sangat ingin sekali menunjukkan hasil karyanya tersebut kepada orang tuanya, saat nanti setelah keduanya pulang dari kantor.

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu,.... Mama...papa... lihat ini aku baru saja mendapat pelajaran menggambar....., Oh ya.... kata kedua orang tuanya, lalu di sodorkannya gambar itu untuk dilihat oleh Mama dan papanya....., Gambar apa ini sayang......, Aku sama bu guru tadi diminta untuk menggambar “My sweet home”..... , Lalu kedua orang tua itu memandangi gambar anaknya seraya bertanya..... ini siapa sayang..... ini aku.... trus kalo yang ini siapa..?, ini kakak...., Nah...kalo yang dua orang, peluk-peluk kamu ini siapa..?.....ini Mba sama Suster... trus Mama sama Papa mana sayang...? Mama sama papa gak ada, kan Mama sama papa gak pernah ada dirumah......

Bukan main tersentak hati kedua orang tua tersebut....mereka saling berpandangan...dan tanpa sadar...bulir..bulir... air mata mulai menitik membasahi pipi mereka..... Dipeluknya erat-erat...putri kecil tercintanya itu.... dan dengan suara bergetar sang mama berucap.....maafkan mama dan papa ya sayang...... apa yang kamu harapkan dari mama biar gambar mama bisa ada dirumah kecil kamu ini........

Para orang tua yang berbahagia..... sadarkah kita bahwa hampir setiap hari kita tinggalkan anak kita dirumah bersama dengan pengasuhnya.... Di pagi hari dia tidak sempat melihat orang tuanya....ya karena kita telah pergi jauh lebih pagi lagi...., Dimalam hari saat yang paling dinantikan bahwa ia bisa bertemu orang tuanya, tapi apa, yang ia dapatkan hanyalah sisa-sisa tenaga dan amarah yang bawa orang tuanya dari kantor sebagai oleh-oleh bagi dirinya....

Jadi jangan kaget bila anak kita menganggap orang tuanya adalah sebagai tamu yang kebetulan singgah dan menginap dirumah setiap hari, dan bukan merupakan bagian dari keluarganya 


 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)


sumber : http://forum.dudung.net/index.php?topic=11222.0

Minggu, 10 April 2011

❤SURPRISE❤

tanggal 11 Febuari 2011,

oke,tanggal ini takkan terlupakan buat gue :D ini tanggal yang membentuk kesabaran gue juga udah membuat gue seneng :D (walau sangat lelah)

pertama,,gue fanny dessi furri dan tika ..
kaya orang odong ,beli cetakan coklat doang tpi ampe ke pasar senen padahal mah di pasar terdekat ada ;D (ngakak gue kalo ingetnya)
kedua,gue dan furri
kebingungan keluar dri senen karna gk bawa STNK ..tpi akhirnya bisa juga .. :)
ketiga,gue fanny dessi furri dan tika
pulang dari senen kita ke tilang,yaampun pas di berhentiin gue deg degkan banget .. :(kunci motor furrie dan dessi di sita .kata polisinya dessi "klo mau ambil di pengadilan aja" PARAH...tpi beda lgi sama polisi gue .. ;D polisi gue kocak mampus ...gue sama furri di suruh baca UU tetang jalan .. gk bawa STNK :500.000 gak ada SIM : 1.000.000 ngelanggar rambu lalu lintas : 250.000 .gila ,gue sama furri udah deg degkan aja.masa suruh denda sebesar 1.750.000
ahhahhaha ..akhirnya gue tunjukin uang terakhir gue di kantong ke polisinya.. gue keluarin cuma 15.000 karena itu uang terakhir gue :D lucunya polisinya cuma ketawa-ketawa aja.. -___-
terus tentang polisi fanny dessi ... kata mereka polisi yang nilang mereka galak banget .. hahah sabar yah kawan -_-
ampe-ampe desii gemeteran sendiri ..:p
yang gue bingungin mah si tika ..masa polisinya cuma bilang "yaudah kamu tunggu temen-temen kamu aja" lah -_- enak bnget dia :D yang lainnya pada adu bacot sama polisi dia malah diem nungguin kita .
dan keputusannya .tuh polisi minta duit 150.000 ..huuhh padahal si dessi udah nawar tuh .tpi gk bisa juga z____z

yaudahlah masalah yang ini lupain aja ^&^ ...biarin si MUKLIS berbahagia dengan uang kita :D

sepulang dri senen ..gue,fanny,dessi,furri,tika,meong,afni ngumpul di rumah furri
rencana kita mau bikin coklat buat orang yang kita sayang :)
ahaahha ..seru bnget dah ... penuh perjuangan cuma buat bikin coklat buat org yang kita sayang ....
semoga coklatnya enak ..ahahah  (walau mereka gk tau apa isi tuh coklat ;D)

perang-perangan coklat udah kaya luluran coklat putih :D
ngaduk-ngaduk coklat pnya meong ...
haahaahah.. sampe coklat yang ada di centong di panci di plastik di jila-jilatin ..haahahhaaa
(ngakak sumpah klo ngingetnya)

tpi itu bikinnya penuh rasa sayang kok ..jdi pasti enak .semoga coklat itu bisa di terima baik sama org yang kita sayang itu ;)

HAPPY DAY deh pokoknya ..makasih yah teman-teman .. :)
semoga ini takkan terlupakan ;*


HAPPY VALLIN'S DAY ..

Sabtu, 26 Maret 2011

✿✿ scountento :student accounting ten two ✿✿

  • Alfiyah : bendahara kelas yang gk kan absen nagih uang kas >.< 
  • Altifani : si cewe yang kerjaannya dengerin musik mulu di kelas ;D klo lgi pinter pinter banget tpi klo lgi odong mah   odong bgt :D
  • Anggun : si rambut panjang .. lumayan pendiem :)
  • Betty  : cewek pinter yang ketawa pasti mukanya merah.wkakakaa
  • Chaedah : si perempuan yang suka sama olahraga,,cantik,dn gtu deh
  • Dessy : orang yang mandiri -_- kadang egois ;D peace :p
  • Dewi : si cantik pendiem tmn sebanggu betty 
  • Digda : salah satu cowo di kelas yang sukanya ngelawak .padahal kadang jayus
  • Dwi : si cewe menor yang kerjaannya tidur dan suka perang sama indri :D 
  • Eka : kalo yang ini si kecil yang banyak tingkah ..tpi klo ada dia ketawa mulu dah 
  • Ester : ketua kelas 1ak2,yang suka marah-marah kalo anak" lagi gk bener :D (maaf yah :p)
  • Galih : salah satu cowo di kelas yang hobby nya nonton b*k*p .. tpi termaksd yang pinter dikelas
  • Hafidotul : cewe berkrudung yang stiap pelajaran akun pasti nanya ke tmn"nya (lo ngerti gk?)ahahha
  • Hajar : klo yang ini si pendiam tpi cantik kok 
  • I gusti : ini cewe yang mukanya cantik .tpi suka dibilang judes sama org yg blm kenala deket sama dia ;D
  • Ibnu : salah satu cowok yang ngeselin di kelas ..usil banget tngannya -__-
  • Imas : cewe paskib yang bijaksana,bisa ngambil keputusan dngan cepat
  • Inna : ini org paling terdiam di kelas .. pinter . baik .dan lugu ;D
  • Indri : biangkeroknya kelas lah ..tanpa dia 1ak2 gk rame :S
  • Inka : ini artis 1ak2 :) cantik dan beloooo .haahahaha
  • Irene : cewe taekwondo yang sukanya teleponan dikelas ..gk tau deh iitu nelpon siapa .. >.<
  • Munifah : si pendiam berikutnya,, 
  • Nia : kalo yang ini mah agak rada' otaknya kalo lagi deket sama galih,indri,fani ;D tpi baik kok
  • Nunik : perempuan yang kalo ketawa pas bilang (aduhh mau pipis nih,,udah sii) wkaakkak
  • Nur atikah : cewe yang selalu berusaha mecahin soal mtk
  • Nurul : perempuan berkerudung yang dewasa,pintar,dan bijaksana
  • Putri : ini mama nya 1ak2 :D
  • Rahayu : si cewe yang kalo ada presentasi pasti selalu nanya terus ..z_z
  • Refa : perempuan cantikk dan pintar
  • Rosiana : kalo ada dia pasti heboh ,ngomongnya aja kaya sinchan -_-
  • Sarah : ini cewe yang banyak ngomong dan percaya dirinya mah berlebihan :D (anak kesayangan pak dadang):p
  • Seli : klo yang satu ini salonnya 1ak2 deh
  • Sintiya : perempuan suka olahraga,pinter mtk & akuntansi
  • Siti farida : si rengking satu di kelas
  • Tri asih : pintar,manis,dan suka berdebat sama rosi :D
  • Vrischa : yang suka dipanggil meong :D mukanya kaya kucing siig
  • Yeni : tmn sebangku nunik ..cantikk ,manis,dan pintar
  • Yuni : si jagonya akuntansi ;D dan sahabatnya rosi
kalo salah satu kalian gk ada dikelas pasti kelas sepi dah ;D
thanks yo 1AK2 ,semoga kita gk dipisah :')
dan semoga gk ada yang saling benci :D
ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ
ex: ketua kelas 1ak2

Kamis, 24 Maret 2011

GADIS MUDA YANG MENINGGAL KARENA SELALU DI HINA



Beberapa tahun yg lalu, seorang gadis berumur 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya.Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya , ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya. Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.

November 7
Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yg menyebut saya org aneh. Inilah awal hari yg buruk.Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya org terjelek yg pernah mereka temui.Saya pun menangis.

Saya lalu pulang ke rumah and menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lbh baik. Namun dia katakan bhw hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ;sekrg dia tingg al di California. Lalu saya katakan bhw saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dgn saya adalah krn dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2 1/2 thn.

November 9
Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah nomor telp-nya shg saya tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

November 10
Saya sdg menangis skrg. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua org menertawakan saya.Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis. Saya tdk sanggup menulis lagi.

November 11
Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya msh tdk percaya Papa sdh meninggal. Saya sdh capek menangis. Saya letih. Saya hrs tidur.

November 12
Papa tdk meninggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake msh mencintai saya. Saya tdk bisa menulis lagi. Saya sdh menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.

Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung diri dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari.

Sosok Seorang Ayah

Sejak kuliah, radio merupakan salah satu teman yang selalu menemani
saya ketika sedang mengerjakan tugas, belajar, maupun santai.
Tidak pernah bosan rasanya mendengarkan acara-acara yang disajikan
oleh berbagai macam stasiun radio. Suatu malam, di sebuah stasiun
radio, sedang berlangsung acara dimana orang-orang berbagi pengalaman
hidup mereka. Perhatian saya yang semula tercurah pada tugas-tugas 
kantor beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya.
Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang
tinggal di pinggiran kota Jakarta. Sejak kecil ia sering dimarahi
oleh ayahnya.


Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya benar.
Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu
sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan
sang ayah yang ia dapatkan. Pada waktu ia berumur 17 tahun,
tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya.
Hal ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Sosok ayah
yang melekat dalam dirinya adalah sosok yang pemarah dan tidak
memperhatikan dirinya. Akhirnya ia memberontak dan tak pernah
satu hari pun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya.

Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu
meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah ia
ceritakan kepada siapapun kecuali pada istrinya. Walaupun
merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu
masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.


Suatu hari ketika membantu ibunya membereskan barang-barang
peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang
dibungkus dengan rapi dan di atasnya tertulis “Untuk Anakku
Tersayang”. Dengan hati-hati diambilnya bingkisan tersebut dan mulai
membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku
yang telah lama ia idam-idamkan. Di samping kedua benda itu, terdapat
sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan
ia membuka kartu tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada
di dalamnya, yang ia kenali betul sebagai tulisan tangan ayahnya.
“Ya Tuhan, Terima kasih karena Engkau mempercayai diriku
yang rendah ini Untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupku.
Kumohon Ya Tuhan, Jadikan buah kasih hambaMu ini Orang yang
berarti bagi sesamanya dan bagiMu. Jangan kau berikan jalan yang
lurus dan luas membentang. Berikan pula jalan yang penuh liku dan
duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya. Sekali
lagi kumohon Ya Tuhan, Sertailah anakku dalam setiap langkah
yang ia tempuh. Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu Selamat
ulang tahun anakku, Doa ayah selalu menyertaimu”.

Meledaklah tangis sang anak usai membaca tulisan yang terdapat
dalam kartu tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang
terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang
bingkisan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya.
Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahwa ayah memang sengaja
merahasiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan keras agar
sang anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu
kehilangan sosok ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit
yang diderita…


Pada akhir acara, wanita itu mengingatkan para pemirsa agar
tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita.
Lihatlah juga segala sesuatu dengan mata hati kita. Apa yang kita
lihat dengan kedua mata kita terkadang tidak sepenuhnya seperti
apa yang sebenarnya terjadi. “Kasih seorang ayah, seorang ibu,
saudara-saudara, orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih
Tuhan dilimpahkan pada kita dengan berbagai cara. Sekarang tinggal
bagaimana kita menerima, menyerap, mengartikan dan membalas kasih
sayang itu”, kata wanita tersebut menutup acara pada malam hari itu.
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)